Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Thursday, May 25, 2017

CERPEN : SUDAH

DAN KEMUDIAN ...
“ Entah karna aku yang terlalu perfectsionis atau memang karna pengalaman pahit yang pernah aku alamin sebelumnya...  tapi aku tau aku berlebihan” ucap wanita berambut ikal itu, dia memutar gelas kopinya kekanan dan kekiri tak beraturan

“ maafin aku” ucap lelaki yang tepat berada didepannya, lelaki itu hanya menatap gelas kopi yang dimainkan pasangannya  dan membiarkan minumannya sendiri terbengkalai

“ gak, aku yang seharusnya minta maaf” ucap perempuan tadi, kata-katanya tertahan ada perasaan yang ingin dia ungkapkan tapi ragu, kenyataan bahwa sesuatu yang diharapkannya begitu mudah ternyata menjadi sangat sulit, bahkan untuk hal yang sangat sederhana seperti komunikasi, kejujuran, keterbukaan dan konsisten. Dia berfikir bahwa hubungan yang baik adalah hubungan yang didasari dengan itu semua, tapi ternyata dia keliru.

Menjalani segala sesuatunya dengan sangat hati-hati juga bukan menjadi solusi, terlalu banyak sesuatu yang harus dia prinsipkan dalam hubungan akhirnya mengekang dirinya sendiri dan menuntutnya sesempurna harapannya.
Dan setelah usahanya , jerih payahnya membangun mimpi untuk dirinya sendiri, dia berharap orang lain juga bersikap sama. Pil pahit yang harus ditelan bukan hanya karna harapannya tak dapat terwujud setelah perjuangan panjang, tapi dia harus jatuh di lubang yang sama meskipun dengan cara yang berbeda.

“ mungkin terdengar sepele ya buat kamu ?” tanya wanita itu setelah bediam diri cukup lama, si lelaki tampak kaget bukan karna pertanyaannya tapi mungkin dia juga sedang berada entah dimana

“ enggak “ jawab lelaki itu singkat, sedikit bingung

“ mungkin kamu juga berfikir aku terlalu membesar-besarkan masalah ?” tanya si wanita lagi, kali ini lelaki itu tidak menjawab karna dia tau perkataan wanita itu benar dan dia sulit untuk menyangkalnya

“  ada pepatah bilang, binatang dipegang dengan talinya, dan manusia dipegang dengan perkataanya. Kalau selama ini bahkan perkataan kamu satupun sulit ada yang bisa aku percaya kebenarannya , bagaimana dengan kamu ? bagaimana dengan hubungan ini?” tanya wanita itu tegas tapi dengan nada kesedihan yang tak bisa ditutupi

“ aku berusaha jujur, walaupun sedikit terlambat” jawab lelaki itu menyesali

“ setelah aku berusaha membuat kamu jujur? Itu yang dinamakan kejujuran?” tanya si wanita, mereka kembali diam. mereka berbicara dan bertengkar dengan hati dan fikiran masing-masing. Meskipun keduanya tampak begitu sunyi, tapi dalam fikiran mereka peperangan sedang berlangsung sejak tadi, bahkan sejak beberapa bulan yang lalu.

“ aku janji akan berubah “ ucap si lelaki “ besok aku pergi , aku gak mau kita bertengkar. Aku mungkin pergi beberapa bulan tapi aku janji akan datang lagi kesini, tepat di hari anniversary kita 10 AGUSTUS NANTI. Gimana ?” tanya si lelaki

“ gak usah membuat sebuah janji yang gak bisa kamu tepatin” ucap wanita itu datar “ belum tentu kamu bisa pulang”

Lelaki itu melambaikan tangan, berbicara pada seorang pelayan, terlihat seorang pelayan itu mengangguk-anggukan kepalanya. Sedangkan si wanita menghabiskan tegukan kopi terakhirnya sebelum pergi.

“ aku udah memesan tempat ini untuk tanggal 10 NANTI, pembayaran akan aku bayar dimuka untuk meja dan pesanan yang sama dengan hari ini. aku harap kamu bisa datang” ucap si lelaki

“ aku harap kamu bisa dipercaya” ucap si wanita


***


TEPAT 10 AGUSTUS....
Meja yang sama, ditempat yang telah dipersiapkan, ada tulisan “RESERVED” diatasnya , dengan segelas capucino hangat dan moccalatte.

Meja itu tertata rapih sejak jam 7 tadi, 1 jam sebelum jam pemesanan. Pesanan memang sengaja diantarkan di awal, bahkan sebelum tamunya datang, untuk tahu siapa yang membuat kopinya dingin terlebih dahulu dari mereka berdua, itu tujuan sebenarnya yang dikehendaki si lelaki.

Ditengah meja sengaja di nyalakan sebuah lilin kecil dan sebuah vas dengan bunga mawar yang setengah merekah.
Tapi, sampai cafe itu tutup tidak ada yang datang seorangpun dari mereka baik lelaki maupun si wanita. Tidak ada handphone yang berdering sebagai permintaan maaf atas keterlambatan atau alasan kenapa berhalangan hadir. Entah keengganan atau keegoisan mereka, atau apa segelas kopi yang terabaikan tidak akan pernah tau rasanya.

Dia hanya menjadi dingin, tanpa pernah ada orang yang mengharapkannya hadir.

TAMAT


Sunday, January 29, 2017

Cerpen Say To Love me - part 2

Cerpen Say To Love me - part 2

Beberapa minggu terakhir aku mencoba untuk menjauhi diol dari kehidupanku, sebenarnya begitu mudah untuk menghindarinya terlalu mudah mungkin, atau memang sebenarnya dia yang menjauhiku, karena misinya telah selesai untuk menyingkirkan anya dari kehidupannya. Sekarang dia lebih banyak menghabiskan waktunya di kegiatan eskul dan nongkrong bersama teman-temannya yang lain ketika jam istirahat. 

Saturday, January 28, 2017

Cerpen Say to Love me - part 1


Cerpen Say to Love ( me part 1)

Aku masih mengamatinya dengan sangat hati-hati, dia terus saja memainkan pulpennya. Dia tampak gelisah, beberapa kali terdengar suara ketukan pulpennya yang dia sentakkan kemejanya. Dengan tangan kanan yang masih memegang kepalanya, matanya selalu tertuju pada soal yang ada didepannya itu. Tiba-tiba pak arya membanting papan penghapus ke meja dengan keras , aku melirik kearahnya, dia menatapku dengan pandangan menghakimi, aku kembali meluruskan pandanganku  kemudian beralih pada soal dimejaku yang telah penuh terisi. Setelah beberapa menit berlalu aku kembali melirik Diol yang kini menopang kepala dengan kedua tangannya.