Monday, March 20, 2017

Resep dan Cara membuat Pepes Ikan Mas Kemangi

Resep dan Cara membuat Pepes Ikan Mas Kemangi
Resep dan Cara membuat Pepes Ikan Mas Kemangi


Bunda,  beberapa hari ini suami request masakan ikan. Padahal kemarin udah pernah coba Resep Ikan Bandeng Bumbu Kuning, RESEP IKAN GURAME BAKAR MADU, Resep Gulai Ikan Tongkol. Jadi bingung mau masak apa lagi tapi yang praktis – praktis aja gitu.

Nah barulah inget kenapa gak buat Pepes Ikan Mas Kemangi aja ya, karena Ikan Mas termasuk ikan yang punya daging yang cukup tebal rasanya enak kalau dipepes.

Sunday, March 19, 2017

Resep dan Cara Membuat Ayam Kentang Semur Mudah

Resep dan Cara Membuat Ayam Kentang Semur Mudah
Bunda, seharian kemarin aku ada acara keluarga sampai malam.Karna kecapean akhirnya maless banget kepasar buat belanja. Untungnya dikulkas masih ada beberapa stok bahan makanan yang tersisa  belum diolah.

seperti kentang dan ayam, akhirnya terfikirlah membuat semur kentang ayam, meskipun sejujurnya diriku kurang suka, karna aku termasuk orang yang kurang suka masakan manis. Lebih suka masakan pedas, rasanya kalau makan gak ada rasa pedanya itu kaya ada yang kurang gitu.

heheh...

Selain itu, bumbu dan cara membuatnya pun mudah bunda, Gak perlu ada pemilihan kentang khusus, kentang apa saja bisa dipakai, kentang mentega, kentang biasa, kentang kecil - kecil yang seukuran tomat juga boleh. Asal jangan kentang busuk, cuma itu.

Kalau dilihat dari segi kandungan gizi sendiri, kentang merupakan salah satu sumber makanan dengan karbohidrat yang cukup tinggi. Selain karbohidrat kentang jug mengandung Vitamin A, Vitamin B, kompleks, Vitamin C, Asam Folat, Mineral, Protein, Karetenoid, dan Polifenol.

Nah satu informasi penting nih buat bunda, tekadang kita menemukan kentang yang berwarna kehijauan ya. Dulu saya fikir kentang yang berwarna kehijauan ini adalah kentang yang masih muda, tapi setelah membaca sebuah artikel di internet ternyata kentang yang berwarna kehijauan dibagian bawah kulit adalah kentang yang mengandung solanin yang cukup tinggi. Dan kandungan solanin yang tinggi pada kentang bebahaya jika dikonsumsi karena dapat menyebabkan terganggunya sistem saraf, rasa terbakar pada tenggorokan, sakit kepala, lumpuh pada tungkai dan lainnya.

Jadi perhatikan dengan baik yang bunda saat membeli dan mengolah kentang. Gak rugi rasanya membuang kentang satu dua buah demi kesehatan seluruh anggota keluarga.

Nah, sekarang langsung aja kita cek resep dan cara membuat kentang ayam semur yang mudah dan enak.



BAHAN :

3 Buah kentang ukuran sedang
4 potong ayam
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 buah kemiri
1 cm jahe, geprek
1 cm lengkuas, geprek
1 sdm lada bubuk
1 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk
2 cm atau 1 sdt bubuk kayu manis
5 sdm kecap manis
gula, garam dan kaldu ayam bubuk
Air
Minyak



CARA MEMBUAT :

Kupas kentang, kemudian potong dadu sesuai dengan selera, cuci bersih dan sisihkan

Haluskan bawang merah, bawang putih dan kemiri . Bisa menggunakan blender atau diulek

Setelah halus, panaskan minyak tumis bumbu halus sampai harum dan berubah warna, tambahkan air secukupnya kemudian masukkan jahe, lengkuas, daun jeruk, kayu manis, daun salam, kayu manis dan kecap. aduk  rata.

masukkan ayam, masak sampai setengah matang kemudian masukkan kentang. masak lagi sampai kentang lunak

Tambahkan merica bubuk, gula , garam dan kaldu ayam bubuk. Cicipi

Setelah rasanya pas, angkat dan sajikan bersama taburan bawang goreng



SELAMAT MENCOBA



Saturday, March 18, 2017

Resep dan Cara Membuat Terong Kuah Santan

Resep dan Cara Membuat Terong Kuah Santan
Resep dan Cara Membuat Terong Kuah Santan

Bunda , Biasanya terong ungu dibuat balado,atau untuk tambahan sayur asem ya.Tapi kali ini dirikku mau buat Terong kuah Santan yang enak. Aku tau resep yang  sedap ini dari mamah mertuaku dulu. Meskipun sudah jarang membuatnya karena suami membatasi makanan bersantan, tapi sesekali gak masalah kali ya.

Yuk cek resepnya bunda,


( Baca juga :  Resep Kentang Mustafa Kriuk )

BAHAN :
4 Buah terong ukuran besar
5 siung bawang merah
4 siung bawang putih
3 buah kemiri
4 buah cabai merah
5 buah cabai rawit
1 lembardaun salam
1 sachet santan instan ukuran kecil/ 200 ml santan kelapa kental
air
minyak untuk menumis
Gula,Garam,kaldu ayam bubuk (jika suka)


CARA MEMBUAT :

Potong terong sesuai selera,buang kulitnya, kemudian cuci bersih.Sisihkan

Haluskan bawang merah,bawang putih,kemiri, dan cabai merah.sisihkan

panaskan minyak tumis bumbu yang telah dihaluskan sampai harum dan berubah warna kecoklatan. Kemudian masukkan cabai rawit, daun salam dan air

setelah air mendidih masukkan santan kelapa, dan terong. Masak sampai terong melunak

Tambahkan gula,garam dan kaldu ayam bubuk (jika suka),cicipi.Jika rasanya sudah pas,angkat dan sajikan dengan taburan bawang goreng,


Selamat mencoba bunda



Sebuah Nama Tanpa Cerita - Bagian Terakhir

Sebuah Nama Tanpa Cerita


Friday, March 17, 2017

Resep dan Cara Membuat Hati ayam Tumis Pedas

Resep dan Cara Membuat Hati ayam Tumis Pedas
Resep dan Cara Membuat Hati ayam Tumis Pedas
Bunda, Hati ayam merupakan salah satu sumber makanan yang sangat baik selain juga harganya yang cukup terjangkau dibandingkan daging sapi dan ayam.

Tak jarang makanan yang satu ini menjadi salah satu pilihan makanan bagi bunda yang memiliki balita sebagai MPASI, karena kandungan gizinya yang baik untuk anak.Dalam Hati ayam mengadung banyak sekali Vitamin dan mineral yang baik bagi pertumbuhan anak kita. Seperti fosfor, zat besi, lemak, Vitamin B12, Vitamin A, Vitamin C dan Nacin,protein dan karbohidrat.

oleh karna kandungan Hati ayam tersebut diatas hati ayam dipercaya memiliki manfaat bagi tubuh antara lain ;

membantu pembentukan dan reproduksi sel darah merah dalam tubuh
mengobati anemia akibat kekurangan zat besi
dan meningkatkan daya tahan tubuh

Tapi jika memang bunda atau ayah memiliki riwayat penyakit kolestrol, sebaiknya menghindari makanan yang satu ini ya. Karena dalam hati ayam mengadung 535 miligram kolestrol. Jangan sampai setelah makan ini malah jadi kambuh. Tapi sebenarnya apapun makanannya selama dikonsumsi dengan baik , dan tidak berlebihan niscaya kita mendapatkan manfaat yang baik.

Nah, setelah mengetahui kandungan gizi dan manfaat hati ayam, langsung saja yuk cek Resep dan cara membuat hati ayam tumis pedas yang satu ini, dijamin enak, mudah, praktis dan bikin ketagihan.

( Baca juga :  Resep dan Cara membuat Sapi Tumis pedas , Resep dan cara membuat ikan tongkol balado  )


BAHAN :

4 buah hati ayam + ampela
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
5 buah cabai merah
10 - 15 buah cabai rawit merah
1/2 siung bawang bombay
1 buah tomot ukuran kecil
1 cm lengkuas, geprek
1 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk
3 sdm Saus Tiram
Gula, Garam dan kaldu ayam bubuk ( jika suka )
Air,
Minyak untuk menumis

Resep dan Cara Membuat Hati ayam Tumis Pedaas

CARA MEMBUAT :

Goreng ati terlebih dahulu dengan minyak panas sampai setengah matang, angkat tiriskan

iris tipis bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan tomat

Tuangkan minyak pada wajan, setelah panas tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Kemudian masukkan cabai merah dan cabai rawit, masukkan juga lengkuas, daun salam dan daun jeruk, aduk rata

Setelah itu masukkan saus tiram, bawang bombay dan hati ayam. Tambahkan sedikit air kurang lebih 100 ml, masak sampai air menyusut

Tambahkan gula, garam dan kaldu ayam bubuk ( jika suka ), cicipi

Setelah rasanya pas, angkat dan sajikan bersama taburan bawang goreng dan nasi hangat


mudahkan bunda,



SELAMAT MENCOBA










Referensi :

http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/kandungan-gizi-dan-manfaat-hati-ayam.html

Thursday, March 16, 2017

Resep dan Cara Membuat Kentang Mustafa Kriuk


Resep dan Cara Membuat Kentang Mustafa Kriuk
Resep dan Cara Membuat Kentang Mustafa Kriuk


Akhir - akhir ini di setiap acara resepsi pernikahan sering sekali ketemu Kentang mustafa di Menu makanannya. Bukannya kurang suka ya, tapi karna saking sukanya aku jadi males kalau ada kentang yang satu ini di acara yang bersifat umum.

Sebuah Nama Tanpa Cerita - Bagian Lima Belas

Sebuah Nama Tanpa Cerita
Rezza selalu ada saat aku membutuhkannya, dia selalu menjadi orang yang  mengukit tawa di bibirku. Menjadi orang yang mengembalikan senyumku yang dulu sebelum aku mengenal dirga.

Meskipun aku terus saja dimanjakan oleh perhatian dan kasih sayangnya tapi belum pernah sekalipun dia mengucapkan sayang padaku, atau menggenggam tanganku, atau mencium ku padahal aku sangat mengharapkannya.
Mungkin keputusannya untuk mendekatiku perlahan karna takut kalau luka yang dirga berikan padaku akan menyakitiku kembali saat rezza mengungkapkan perasaannya. Tapi dia tidak tau , bahwa aku lah yang sangat mengharapkannya..

Entah ini sebuah pelarian perasaan atau aku benar – benar mulai menyukainya, tapi saat berada didekatnya  aku merasa nyaman, saat berada didekatnya aku menjadi diriku apa adanya.

Jadi kuputuskan menunggunya, sampai aku dan dia benar – benar siap menjalani hubungan yang baru tanpa bayang-bayang siapapun.

Kali ini rezza kembali mengantarku pulang bekerja dari Coffe Table, ya karna memang kami bekerja ditempat yang sama.

“ kamu gak mau pulang kerumah kamu?” tanya rezza,  kami cukup santai membaha hal – hal yang cukup privasi diantara kami sekarang sejak kejadian di pantai tempo hari

“ mau, tapi aku bingung gimana cara memulainya. Rasanya malu kalau aku tiba – tiba pulang kerumah. Apalagi sebentar lagi aku lulus, malah dikira aku gak mampu membiayai hidupa ku sendiri” ucapku

“ trus mau sampai kapan begini ?” tanyanya

“ gak tau” ucapku santai

“ kasihan mamah kamu, mungkin  setiap hari selalu mikirin kamu” ucap rezza “ kapan terakhir kali ketemu ?” tanya nya lagi

“ sejak aku keluar dari rumah, aku gak pernah ketemu mamah” jawabku , ada perasaan bersalah yang menyeruak di dadaku

“ sebaiknya kamu ketemu dulu deh. Pasti mamah kamu ngajak kamu pulang, dan disitu mungkin kamu bisa pulang tanpa harus mempertaruhkan ego kamu yang berharga itu” ucap rezza sedikit menyindir

“ ya, nanti aku coba fikirin” ucapku menyudahi pembicaraan karna kami sudah sampai didepan kosanku.

“ oke, selamat istirahat ya” ucap rezza sambil melambaikan tangannya

“ sama –sama. Hati – hati dijalan” ucapku , sambil melambaikan tangan menatap rezza yang berlalu pergi

***
“ dit keluar yuk” ucap rezza tiba-tiba menelfonku

“keluar kemana mas ?” tanyaku malas, aku baru saja sampai dirumah setelah seharian bekerja merapihkan berkas- berkas lama bagian GA

“ kamu lagi mau kemana ?” tanya rezza bersemangat

“ MAU TIDUUURRR, CAPEKKK!” Teriakku

“ ihh, jangan gitu dong. Yaudah makan aja deh, kamu belum makan kan?” tanya rezza lagi

“ belum” jawabku singkat

“ oke setengah jam lagi aku kesitu ya, kamu siap – siap aja” ucap rezza mematikan telfonnya

Hulft, sifat menyebalkan rezza memang tidak serta merta menghilang begitu saja meskipun akhir-akhir ini dia seperti malaikat penolongku. Aku segera beranjak bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mencuci mukaku agar terlihat sedikit lebih segar. Dan duduk didepan lemari memilih pakaian mana yang akan ku pakai.
.
.
.
10 menit berlalu....
.
.
.
Rasanya baru kali ini aku bingung memilih pakaian untuk diriku sendiri. Padahal selama ini aku tidak pernah mempermasalahkan memakai baju apa.

Sebelum aku sempat menemukan baju yang sesuai, rezza sudah kembali menelfonku sepertinya dia sudah berada didepan kosanku. Akhirnya aku mengambil dress selutut yang sudah lama tak pernah kupakai.

Setelah memoles mukaku sedikit, aku berlari keluar menghampiri rezza. Rezza sudah berdiri bersandar di mobil putihnya yang besar, sambil memainkan handphonya dan tersenyum – senyum geli. Saat aku menghampirinya, dia masih saja asyik bermain dengan handphonenya.

“ DOOR” teriakku mengagetkannya yang tidak menyadari keberadaanku

“ ihhh.. lama banget . buruan naik” ucap rezza, aku berlari ke arah berlawanan dan masuk ke mobilnya yang nyaman

“ tumben ngajak keluar tiba-tiba. Ada apaan nih ?” tanyaku

“ aku lagi seneng, dan mau berbagi kebahagiaan buat kamu. Mau makan apa nih kita ?” tanya rezza

“ apa yah, aku juga bingung. Nasi goreng ?” tanyaku

“ kali ini kita makan direstoran mahal .” ucap rezza

“ alah, nanti ujungnya diajak ke tukang pecel lele” ucapku sambil tersenyum meliriknya. Dia mengelus rambutku perlahan.

Kami tertawa besama, “ serius kali ini kita makan makanan enak dan mahal” ucap rezza.  Sepanjang perjalanan rezza terus saja tersenyum dan bercerita tentang banyak hal konyol yang membuatku tertawa terpingkal. Apapun yang membuat rezza bahagia hari ini, aku pun ikut merasakan energi kebahagiaannya. Dan aku bahagia berada disampingnya.

Kami berhenti disebuah restoran mewah, untung saja aku memutuskan menggunakan dress ini, kalau saja aku menggunakan jeans bututku dan kemeja seperti biasanya, mungkin aku sudah berlari keluar sebelum sempat menginjakkan kaki kedalam. Hari ini rezza pun sedikit berbeda dari biasanya.

“ potong rambut ?” tanyaku pada rezza yang tampil beda hari ini, rambut gondrongnya dipangkas habis menjadi potongan tentara. Kacamatanya entah ditanggalkan kemana sehingga aku bisa melihat matanya yang berwarna coklat muda dengan jelas. Tapi jengkot didagunya tetap dibiarkannya memenuhi wajahnya, hanya dipangkas tipis.  Sungguh hari ini rezza membuat jantungku berdetak saat aku melihatnya jelas didepan mataku

“ iya, mau ganti suasana aja. Kemaren lagi suntuk, kayanya penampilan ikut suntuk” ucap rezza

seorang pelayan datang pada kami membawa buku menu yang cukup besar, kali ini kuserahkan pada rezza urusan makanan untuk naga diperutku.

“ kamu lagi bahagia banget kayanya “ tanyaku

“ iya dong, BAHAGIAAAAAA BANGET “ Ucapnya sambil memegang tanganku “ aku mau ngomong sesuatu tapi abis kita makan”

“ ngomong apaan sih ?” tanyaku penasaran

“ NANTI HABIS KITA MAKAN”

Entah apa yang akan dikatakan rezza padaku, tapi apapun itu aku bahagia melihat rezza seperti ini. Senyumnya menularkan kebagaiaan padaku. Aku tidak  menyegerakan makanku, malah memperlambatnya membiarkan diriku menatap rezza yang baru lebih lama. Entah, mengapa selama ini dia menyembunyikan dirinya yang sesungguhnya dengan tampilan yang urakan.

Rezza hampir menghabiskan makanan penutupnya, sedangkan aku sudah tidak sanggup lagi menampung seluruh makanan ini.

“ jadi apa yang mau kamu omongin ?” tanyaku pada rezza

“ tunggu, tunggu ini bagian yang paling aku suka” ucap rezza sambil menyendok coklat dan lelehan keju kedalam mulutnya

Aku menunggunya sampai menyelesaikan bagian yang katanya dia suka.

“ oke “ ucap rezza sambil mengelap mulutnya dengan serbet

“ aku mau bilang sesuatu ke kamu tapi dengan syarat, satu kamu gak boleh kaget, 2 kamu gak boleh nolak, 3 apapun yang terjadi kita harus tetap begini, maksud aku jangan ada yang berubah” ucap rezza

Aku terdiam, apa rezza ingin mengungkapkan perasaannya padaku ? fikirku dalam hati.
Apa mungkin rezza juga memiliki perasaan yang sama sepertiku ?
Apa mungkin rezza sudah siap menjalani hubungan denganku tanpa bayang-bayang  siapapun ?
Tapi apa aku siap ?
apa ini cinta ? tanyaku pada diri sendiri. Bahkan sebelum rezza menanyakannya padaku.

“ dit, aku mau jujur sama kamu tentang satu hal” ucap rezza

Tiba – tiba handphone rezza berbunyi,

“ ish apalagi sih,” ucap rezza menggerutu kesal, diambilnya handphone yang sejak tadi ditaruh di sisi kanannya.

“ sebentar ya “ ucap rezza beranjak pergi menjauh dari meja tempat kami duduk.

Aku masih saja memegangi dadaku, takut kalau jangtungku copot menerima semua ini. Takut kalau aku bahkan tidak bisa mengungkapkan perasaanku sendiri pada rezza.

Tak lama rezza kembali dengan raut wajah yang sedikit bingung.

“ dit, aku ada urusan mendadak . kamu pulang sendiri gak apa-apa ?” tanya rezza

“ Emang ada apa ?” tanyaku khawatir

“ nanti aku ceritain semuanya, termasuk tentang yang mau aku bilang ke kamu hari ini. Oke !” ucap rezza  “ maaf ya, kamu hati – hati dijalan”

Rezza, sempat menaruh uang di nampan bill kami termasuk uang tips untuk pelayananya. Dan aku beranjak keluar dengan perasaan kecewa karna rezza gagal mengungkapkan perasaannya hari ini.

***

“ hallo “ ucapku

“ ya kenapa de “ ucap kakaku

“ ada dimana kak ? aku mau ketemu” tanyaku

“ dikantor, yaudah nanti pulang kerja kakak ke kosan kamu ya” ucap kak melinda

“ gak usah, ketemuan diluar aja” ucapku
                                                             
“ oke, nanti pulang kerja kakak kabarin lagi. mungkin sekitar jam 7’an bisa ?” tanyanya

“ oke” ucapku , kemudian memutuskan panggilan telfon

Sejak jam 6 tadi sebenarnya pekerjaanku sudah selesai, mas eko dan staff GA lainnya bahkan sudah pulang 30 menit yang lalu. Tapi aku masih duduk dimejaku sambil membaca beberapa artikel diinternet, sambil menunggu kak melinda menelfon.

From : Melinda
Aku keluar kantor nih, mau ketemuan dimana ?

Akhirnya dia mengabariku juga,
To : Melinda

Caffe dideket kosanku aja gimana, di lampu merah
Namanya S& R  cafe

 Tak lama sms balasan kembali masuk,
From : Melinda
OKE

Hulf, kakakku memang selalu seperti ini. Saat bertemu selalu saja berhasil membuatku menutup telinga, tapi bahasanya di telfon malah terlalu singkat.

Jam 7;20 aku sampai di S&R cafe, kak melinda ternyata sudah sampai disini terlebih dahulu. Dia tengah asik memainkan handphonnya saat aku datang.

“ udah lama kak ?” tanyaku

“ enggak kok, belum terlalu lama” ucapnya, kemudian dia menyimpan handphonenya kedalam tas

“ ada apa ?” tanya kak melinda penasaran

“ aku kangen mamah kak” ucapku sedikit ragu

Kak melinda tersentak, mungkin kaget aku berkata seperti itu. Selama ini dialah yang selalu membujukku pulang dan bertemu mamah.

“ pulang aja yuk, lagian aku mau nikah 3 minggu lagi. aku mau adik aku yang paling cantik ini hadir disana dan menyaksikan kakaknya menempuh hidup baru bersama orang yang dicintai” ucap kak melinda

“ loh, kok dadakan kak?” tanyaku “ bukannya kemarin katanya baru putus. Udah dapet yang baru langsung nikah gitu ?” tanyaku kaget

“ bukan dadakan. Kakak udah lama hubungan sama dia, bahkan sebelum kamu pergi dari rumah. Cuma memang baru dikenalin ke mamah dan papah satu tahun terakhir. Kita emang sempet ribut kemarin, padahal semua persiapan pernikahan udah didepan mata. Tapi ya begitulah kata orang, kalau mau nikah ada aja cobaannya”

“ oh, selamat ya kak” ucapku memeluknya “ aku ikut bahagia”

“ kamu mau kan pulang kerumah, mungkin setelah aku nikah nanti, aku akan ikut suami de. Kasian mamah dirumah sendirian, papah sering pulang malem , mamah juga kefikiran kamu terus, jangan sampai mamah sakit baru kamu mau pulang. Nyesel kamu nanti” Ucap kak melinda

“ iya kak, kalau begitu kak bisa tanya mamah sama papah apa aku boleh pulang ?” tanyaku

“ boleh de, itu rumah kamu dan selamanya menjadi rumah kamu. Kapanpun kamu mau dateng, pintu rumah selalu terbuka lebar” ucap kak melinda, memelukku , isakan tangisnya terdengar meskipun samar.

“ pulang de, kami semua kangen sama kamu” ucap kak melinda

“ iya aku pulang kak” ucapku menepuk bahu kak melinda.


Saat ini aku ingin sekali menghubungi rezza dan menceritakan keputusanku ini, tapi rezza mengabariku kalau dia harus ke luar kota beberapa hari untuk urusan keluarga. Dia mengabariku satu jam setelah aku meninggalkan restoran, semoga saja tidak terjadi hal – hal buruk yang tidak diinginkan. Karna dari kekhawatiran dan ketergesa-gesaannya, aku yakin ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.



***
BERSAMBUNG

Wednesday, March 15, 2017

Resep dan Cara Membuat Roti Coklat Enak

 Resep dan Cara Membuat Roti Coklat Enak



Bunda, pasti sering mengkonsumsi roti ya. Aku termasuk yang suka makan segala jenis roti, dari mulai roti isi, roti tawar, roti goreng, botok roti dan semua saudara roti aku suka. Asalkan jangan roti basi ...
hehehe

Tuesday, March 14, 2017

Resep dan Cara Membuat Nasi Kebuli Ayam versi Magiccom

Resep dan Cara Membuat Nasi Kebuli Ayam versi Magiccom
Resep dan Cara Membuat Nasi Kebuli Ayam versi Magiccom

Bunda, sudah pernah mencoba nasi kebuli ? makanan khas timur tengah ini memang sudah terkenal karena kelezatannya. karena nasi kebuli sendiri dimasak dengan banyak sekali rempah - rempah yang membuat rasanya semakin kental dan khas.

saya pribadi lebih menyukai nasi kebuli kambing daripada ayam, tapi kalau sudah ada didepan mata, entah ayam atau kambing , rasanya sama - sama habis tak tersisa. Setelah beberapa kali mencoba makan nasi kebuli di beberapa tempat di jakarta. 

Akhirnya terfikir untuk mencoba membuatnya sendiri dirumah dengan menggunakan magiccom yang super praktis. Tapi rasanya tetap luar biasa.

Cek resepnya yuk bunda...




BAHAN DAN BUMBU :

1 liter beras biryani / beras lainnya sesuai selera
1/2 Ekor ayam
3 lembar daun salam
2 buah serai , geprek
1 lembar daun jeruk
2 cm lengkuas, geprek
2 cm jahe, geprek
1 sdt cengkeh bubuk / 10 butir cengkeh
1 sdt pala bubuk / 1 buah pala , geprek
3 cm kayu manis
Minyak zaitun / minyak samin
Minyak biasa
mentega
Gula, Garam, dan kaldu bubuk



Bumbu Halus :

6 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1/2 siung bawang bombay
2 cm kunyit
2 buah kapula, kupas kulitnya
1 sdt merica bubuk / merica butiran
1 sdt ketumbar butiran


Pelengkap :

bawang goreng
kacang goreng
acar timun
sambal



CARA MEMBUAT :

Rebus ayam sampai mendidih , dan saring kotoran yang keluar dari air rebusan.

di sisi lain panaskan minyak goreng, kemudian tambahkan minyak zaitun atau minyak samin, tumis bumbu halus sampai wangi dan berubah warna kecoklatan.

Setelah bumbu halus berubah warna masukkan kedalam air rebusan ayam , tambahkan jahe, lengkuas, serai, daun jeruk, daun salam, pala, kayu manis, dan cengkeh, tambahkan sedikit garam, rebus sampai ayam matang dan air kaldu sedikit menyusut. Setelah itu matikan api dan biarkan dingin.

Cuci beras sampai bersih, kemudian masukkan air kaldu ayam yang diebus tadi beserta bumbu - bumbu didalamnya. jika airnya kurang bisa ditambahkan dengan air biasa, taruh ayam di bagian paling atas saat beras di masak di dalam magic com.

Setelah itu masak dalam magiccom sampai nasi matang, keluarkan ayam dari magiccom dan goreng sampai kecoklatan.

Aduk nasi yang telah matang dan tambahkan sedikit garam jika memang kurang terasa asin, kemudian masukkan sedikit bawang goreng, aduk rata sembari membuang rempah - rempah yang menempel pada nasi, seperti daun salam, jahe, lengkuas , daun jeruk dan lainnya.

Setelah rasanya pas, sajikan nasi kebuli ayam hangat dengan ayam goreng, acar, kacang dan taburan bawang goreng.



Resep dan Cara Membuat Nasi Kebuli Ayam versi Magiccom
Resep dan Cara Membuat Nasi Kebuli Ayam versi Magiccom



      SELAMAT MENCOBA



Sebuah Nama Tanpa Cerita - Bagian Empat Belas


Sebuah Nama Tanpa Cerita
Sejak tadi alarmku berbunyi, sebelum aku membuka mata tapi rasanya enggan beranjak mematikannya. Meskipun berisik tapi tidak seberisik fikiran – fikiran yang terus menggulir dikepalaku, tentang dirga.

Rasanya semalam seperti sebuah mimpi buruk, tapi kalaupun iya kenapa air mata ini tak bisa berhenti mengalir meskipun jutaan kali aku yakinkan kalau aku sedang bermimpi.

Kenapa dia memberiku kesempatan dan perlakuan yang manis kalau akhirnya aku harus dicampakkannya juga,

Kenapa dia harus mengulurkan tangannya dan membawaku dalam kehidupannya sementara dia tau bahwa aku tak pernah pantas mendampinginya,

Kenapa dia membiarkan aku terlalu lama dalam kebodohan ini ?

Kenapa ?


Tok... tok... tok..
Seseorang mengetuk pintuku,
“ masuk “ teriakku, itu mungkin dian aku segera menyeka air mataku

“ gak kerja ?” tanya dian

“ enggak kayanya gue gak enak badan. Kecapean kali ya” ucapku

“ abis nangis ?” tanya dian

“ enggak, ini flu, jadi idung meler, mata panas” ucapku mencari alasan. Dian menaruh tangannya di dahiku

“ enggak panas tapi” ucapnya

“ emang gak demam, Cuma capek sama flu” ucapku “ ada apa ?” tanyaku

“ sebenernya gue mau cerita sesuatu tapi lo lagi sakit, lain kali aja” ucap dian

“ gak apa – apa cerita aja. Belum tentu gue ada waktu lain kali” aku mencoba meyakinkannya. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari kata-kata dirga semalam

“ sebelumnya gue minta maaf sama lo. Mungkin akhir – akhir ini lo liat gue akrab sama dirga. Gue tau lo risih dan curiga maaf ya” ucap dian

“ iya gak apa-apa. Gue percaya sama lo kok, lo gak mungkin ngehianatin gue” ucapku

“ lo jangan kaget ya. Gue punya temen, dia anak orang kaya dan satu kampus sama gue dia cerita kalau dia punya pacar namanya bayu” ucap dian

“ loh kok jauh banget jadinya melencengnya” tanyaku heran

“ dengerin dulu” ucap dian

“ iya, namanya temen kadang curhat ya. Sampe satu hari dia ngasih tau foto cowonya itu, dan gue liat itu Dirga” ucap dian

“ trus “ tanyaku

“ lo gak kaget ? “ tanya dian

“ terusin dulu ceritanya baru gue kaget” ucapku

“ Ya gue cari tau lah kebenarannya, ternyata bener itu dirga namanya BAYU DIRGANTARA. Mungkin dia dipanggil bayu sama kawan gue dan dipanggil dirga sama lo. Tapi mereka adalah orang yang sama. Pas gue tanya – tanya sejak kapan dia pacaran katanya udah lama, hampir 1 tahun berartikan duluan dia daripada elo” ucap dian

“ iya gue mungkin jadi perusak hubungan orang” ucapku

“ kok lo gak kaget sih?” tanya dian

“ terusin ceritanya “ ucapku

“ dan katanya, mereka mau tunangan bulan ini karna kan emang kawan gue itu udah lulus, tinggal wisuda. Orang tua mereka rekan bisnis gitu, jadi ya gitu deh mungkin biar bisa ngebesarin usahanya atau apa” ucap dian

“ lo kan sama – sama di posisi temennya cewek itu dan gue. Menurut lo gue jahat gak ?” tanyaku pada dian

“ enggaklah, lo korban. Lo juga gak tau kan kalau dirga punya cewek. Gue juga gak tau makanya gue berusaha deketin dia buat mastiin kebenarannya maksa dia jujur tapi malah gue ditembak !” ucap dian bingung

Aku tertawa terbahak – bahak mendengar cerita dian.

“ kok lo ketawa sih, kenapa ? lo gak sedih ? lo stress ya denger beginian ?” tanya dian

“ enggak.. enggak” ucapku menyeka air mataku “ semalem gue ketemu dirga sama cewe, mungkin itu temen lo. Awalnya gue fikir gue mungkin gak dipilih karna gue gak lebih cantik, gak lebih kaya, atau apalah . gue sedih bahkan hampir mati kenapa gue begini, kenapa bukan gue yang dipilih. Tapi setelah ngedenger cerita lo, gue bersyukur putus sama dia”

“ jadi lo udah putus ?” tanya dian

“ udahlah, masa mau lanjutin setelah gue liat dia semalem berduaan sama cewek lain”

“ kenapa sekarang bersyukur ?” tanya dian

“ udah hubungan satu tahun sama ceweknya sekarang aja bisa ngedeketin gue bilang sayang. Sekarang udah mau tunangan, abis mutusin gue, bilang sayang sama cewek model kaya lo. Dia itu buta atau emang hobi mainin semua jenis cewek sih. Termasuk cewek jadi – jadian kaya lo” ucapku sambil terbahak

“ eh sialaaannn loo, gue emang jelek. Tapi cewek beneran. KURANG AJAR” ucapnya tapi dian memelukku

“ gue bersyukur putus sama dia, entah gimana kalau mimpi gue buat nikah sama dia terwujud. Diselingkuhin terus kali hidupnya ya” ucapku

“ iya gue bersyukur juga” ucap dian

“ tapi gue kasian sama ceweknya yang sekarang, semoga dia termasuk orang yang kuat ya” ucapku

“ amient.” Ucap dian

“ yaudah minggir, gue mau mandi” ucapku

“ lah mau kemana ?” tanya dian

“ mau kerja. Gak pantes hidup gue yang berharga disia –siain cuma buat meratapi kesedihan hanya karna playboy cap bangke tikus” ucapku meninggalkan dian yang masih duduk dikasurku

Kejujuran memang lebih baik daripada kebohongan yang manis sekalipun. Aku berusaha menguatkan diriku, dengan sisa sisa harapan yang aku miliki. Kalau saja Dirga tak pernah memberikanku perlakuan yang sama, putus darinya tidak akan terlalu begitu menyakitkan untukku. Apa dia tidak pernah berfikir bahwa usahanya untuk membuatku sebanding dengan tunangannya itu akan semakin membuatku sakit saat aku dibuang nanti ?.

Entah apa yang ada difikiran dirga saat itu, saat pertama kali dia menyatakan cintanya padaku. Mungkin jenuh dengan pasangannya ? dan mencari pelampiasannya padaku dan mungkin pada wanita lain. Tapi sejauh apapun dia berusaha berpaling , dia akan kembali lagi pada wanita itu. Aku dan mungkin wanita lain yang dijadikannya sebagai pelarian akan menjadi sangat tersiksa, terombang ambing diantara perasaannya sendiri, rasa bersalah dan kekecewaan diwaktu yang bersamaan.
Jelas tunangannya sangat cantik, dan mungkin itu salah satu alasan dirga tak bisa melepaskannya. Dan kaya, tentu saya itu menjadi alasan lain bagi dirga , karna akan sangat mudah baginya diterima dikeluarga besar Dirga. Dan rentetan nilai plus lainnya yang semakin membuat dirga tak mungkin dan tak dapat melepaskannya hanya karna wanita sepertiku.

“ selamanya akan dia dan selalu dia” ucap dirga waktu itu, dan aku mengerti sekarang mengapa selalu wanita itu yang menjadi pilihan. Bahkan tak pernah ada namaku sekalipun.

Aku bergegas keluar dari kamar mandi, dian sudah tak berada dikamarku. Jadi aku keluar dengan membawa tasku dan setengah berlari menuju ke halte depan kos – kosan.

Aku sampai di kantor sekitar jam 10. Dijalan tadi aku sudah menghubungi pak warman dan mas eko kalau aku ada urusan keluarga hari ini dan izin masuk siang. Mungkin cutiku akan dipotong setengah hari dengan percuma, tapi lebih baik untukku melakukan banyak kegiatan daripada harus berdiam diri di kosan dan terus memikirkan hal yang malah membuatku semakin frustasi.

***
Hari ini entah kenapa tiba-tiba dosenku berhalangan hadir , biasanya aku kegirangan mendengar berita seperti ini. Entah kenapa aku sedih sekarang, lebih baik memusingkan pelajaran dari pada harus terjebak dengan fikiran yang terus menerus.

Aku menyandarkan diriku dihalte bus depan kampus, berfikir tempat mana  yang harus kudatangi setidaknya untuk mengembalikan moodku. Tiba – tiba terfikir rezza...

Aku memencet nomornya
“ hallo “ ucap rezza disebrang sana

“ dimana ?” tanyaku

“ di luar “ ucap rezza

“ gak ke counter ?” tanyaku

“ gak ada kamu !” ucap rezza merayu

“ lagi bete nih mas, bisa temenin gak. Tapi aku lagi butuh temen bukan boss” ucapku, rezza tertawa terbahak disana

“ kamu dimana ?” tanya rezza

“ dihalte pertama kali kamu ngeliat aku sebagai tunawisma” ucapku

“ kampus ?”

“ iya “

“ yaudah tunggu yah, aku gak jauh dari tempat kamu kok. See you”  ucap rezza menutup telfonnya

Aku menyumpal telinganku dengan hansfree dan memainkan beberapa musik, berharap bisa memulihkan moodku atau setidaknya membuatku sedikit bersemangat. Tak lama mobil rezza berhenti didepan halte bus, rupanya benar dia sedang berada tidak jauh dari sini.

“ gak ada matkul hari ini ?” tanya rezza

“ ada tapi dosennya gak masuk. Jadi kosong deh” ucapku

“ bukannya pulang istirahat. Emang gak capek kerja rodi setiap hari, ada waktu istirahat mendingan pulang” ucap rezza

“ ya maunya gitu, Cuma aku lagi banyak fikiran. Kalau pulangpun gak akan bisa tidur tapi kefikiran masalah ini terus”

“ masalah apa sih ?” tanya rezza “ sampe segitunya

“ apa ya, banyak banget masalah yang tiba – tiba kefikiran ini itu... aku juga bingung” ucapku

aku diam sepanjang perjalanan, aku juga tidak tau entah kemana mobilnya melaju, aku hanya bersandar di kaca mobil dan menatap jalanan kosong. Rezza pun sepertinya mengerti dengan kondisiku saat ini , jadi dia lebih banyak diam dan memberikanku ruang untuk sendiri. Kami berhenti di sebuah pantai di jakarta utara, aku baru sadar saat kami berhenti di parkiran dekat dermaga.

Rezza keluar dan membukakan pintu untukku, aku berjalan mengikutinya dari belakang sampai dia duduk ditembok pembatas yang membentang di sepanjang pantai.

“ tunggu disini ya aku mau beli minuman” ucap rezza,
aku hanya mengangguk dan mencoba duduk. Reza tau sepertinya  kalau aku butuh tempat yang nyaman dan tenang untuk membereskan fikiranku. Dan suara deburan ombak malam, sukses membuatku merasa lebih nyaman. Meskipun hawa disini cukup dingin.

Rezza kembali dengan dua cup kopi di tangannya, dan menyodorkan salah satunya kepadaku.

“ makasih “ ucapku sambil mengambil kopi dari tangannya, kopi ditanganku sedikit menghangatkan

“ jadi, kalau kamu mau cerita aku bersedia mendengarkan” ucap rezza

“ apa ya, aku juga bingung” ucapku ragu

Kami terdiam cukup lama, mencoba mencari bahasan yang tepat mungin atau memang sedang menikmati suasana.
.
.
.
.

“ kamu punya kakak ?” tanya rezza

“ ya , aku punya satu. Cewek “ jawabku

“ pasti seneng rasanya punya kakak!” ucap rezza

“ gak juga, kakak itu super cerewet dan nyebelin” ucapku

“ tapi kamu sayang kan walaupun begitu ?” tanya rezza lagi

“ iyalah, walaupun cerewetnya tingkat dewa sekalipun, dia tetep kakaku dan aku pasti sayang. Kalau kamu ?” tanyaku

“ aku anak tunggal waktu mamah masih hidup, dan tetap menjadi anak tunggal sampai mamah meninggal” ucap rezza, aku mengelus bahunya sepertinya rezza sama sepertiku, merasakan kehilangan orang yang paling disayang

“ aku kelas 5 SD waktu papah menikah lagi, sejak menikah memang mamah tiri aku gak pernah sekalipun bersikap kasar. Dia ngerawat dan ngebesarin aku seperti anaknya sendiri dengan tulus. Dan saat Bayu lahir rasanya aku bahagia akhirnya aku punya saudara , punya temen main, punya temen bertukar cerita. “ ucap rezza

“ bayu itu dirga ?” tanyaku
“ iya, dulu dirga itu dipanggil bayu, karna namanya BAYU DIRGANTARA dan aku REZZA ARYA DIRGANTARA. Sejak lulus kuliah entah kenapa mamah tiriku mulai terobsesi menjadikan bayu sebagai penerus utama perusahaan papah. Jadi saat aku tau aku mengalah dan pergi keluar kota” ucap rezza

“ papah kamu ?” tanyaku

“ selalu mendukung keinginan mamah tiriku, terlebih dilihatnya aku kurang berminat bisnis keluarga dan lebih memilih menjalani hidup seperti ini, seseuai dengan keinginanku sendiri”

“ apa itu masalah buat kamu ?” tanyaku

“ enggak, aku masih bisa hidup sendiri . membangung bisnisku sendiri, cafe tempat kamu kerja, itu asli punyaku tanpa bantuan orang tua sedikitpun. “ ucap rezza

“ wah berarti kamu bohong ya dulu” ucapku memukul bahunya, rezza hanya menyeringai geli

“ aku Cuma mau, mamahku dan bayu menyayangiku seperti dulu, mengabaikan bahwa aku calon utama pewaris dan penerus perusahaan papah. Aku berusaha membuktikan itu ke mereka, bahwa aku tidak butuh semua itu, tapi mungkin mereka salah mengerti.” Ucap rezza “ kalau keluarga kamu gimana ?” tanya rezza

“ 1 tahun sejak papah meninggal mamah memutuskan untuk menikah lagi dengan papah tiriku yang sekarang. Keputusannya sulit diterima dengan akal sehatku. Mamah bukan lagi anak muda, anaknya pun sudah cukup besar, mamah juga memiliki beberapa perusahaan warisan dari papah, mamah seharusnya bisa hidup sendiri tanpa harus bergantung dengan lelaki lain yang belum tentu lebih baik dari papah. Beberapa bulan setelah mamah menikah aku memutuskan untuk keluar rumah karna memang udah gak sanggup ngeliat drama percintaan mereka setiap hari. Sedangkan kakak dia memilih tinggal dirumah untuk menjaga mamah. Tapi sepertinya kakakku memiliki pemikiran yang sama dengan mamah, dia ikut bahagia dengan keputusan mamah menikah lagi”

“ kakak kamu benar, kita hidup membutuhkan orang lain untuk berbagi suka, duka, bersandar. Meskipun mamah kamu cukup materi tapi hatinya kosong. Sedangkan anaknya belum tentu memiliki waktu yang cukup untuk dia” ucap rezza

Aku terdiam, ya... mungkin selama ini aku yang salah menilai. Padahal mamah bahagia dengan keputusannya dan papah tiriku tak pernah ku dengar menyakiti mamah.

“ kemarin aku ketemu dirga” ucapku “ dia sama cewek”

“ oh, mungkin itu nabilla” ucap rezza santai

“ kamu kenal ?” tanyaku

“ ya, mereka pacaran udah cukup lama dan udah sempet dikenalin ke keluarga. Dan kalau gak ada halangan, dua bulan lagi mereka tunangan” ucap rezza

“ oh baguslah, aku ikut seneng” ucapku

“ ya mereka pasangan serasi. Ayah nabila salah seorang investor besar diperusahaan papah. Jadi selain menjalin hubungan percintaaan mungkin juga ada hubungan bisnis didalamnya. Apapun itu mereka berdua menjalani hubungan tanpa paksaan jadi ya.... beruntunglah keduanya” ucap rezza

“ ya, mereka beruntung” ucapku lagi

“ kenapa sih ?” tanya rezza heran dengan ekspresiku

“ sebenarnya pacarnya dirga, dan baru semalam putus waktu tau ternyata dirga udah punya cewek lain bahkan itu tunangannya”

“ apa ????????” teriak rezza tidak percaya

“ tapi gimana bisa, maksud aku dirga hampir setiap hari antar jemput nabilla gimana bisa dia ngebagi waktunya buat kamu” ucap rezza

“ ya, dirga memang gak pernah ngebagi waktunya buat aku kok” ucap ku “ aku juga gak tau kalau dirga udah punya pacar atau akan tunangan dalam waktu dekat. Satu sisi aku marah saat aku tau kalau bukan Cuma aku orang yang ada di hidupnya tapi setelah aku tau kalau aku jadi benalu dalam hubungan mereka, aku juga malu dan merasa bersalah.” Ucapku, mataku berkaca –kaca air mataku hampir tumpah tapi ku tahan.

Rezza diam, mungkin dia juga bingung apa yang harus dikatakannya. Dan aku juga tidak ingin mendengar sebuah pembelaan atas kondisiku saat ini. Setidaknya dengan bercerita kepada seseorang aku berharap beban ini terasa lebih ringan.

“ aku tau, kamu bukan tipe cewek perusak hubungan orang. Dirga memang terkadang kelewatan dan memang terkenal playboy sejak SMA dulu. Tapi seharusnya saat dia beranjak ke jenjang yang lebih serius dia bisa mengontrol diri. Nanti biar ku tegur” ucap rezza

“ jangan” ucapku buru –buru memotong kata-katanya “ biarin aja, aku gak mau dirga tau kalau aku kenal kamu” ucapku

“ mau nangis disini “ tanya rezza sambil menunjuk bahunya yang lebar

“ enggak makasih” ucapku

“ eh, jangan salah ini bisa bergerak loooh” ucap rezza kemudian menggoyangkan otot dadanya yang terlihat naik turun

Aku menggelengkan kepalaku, “ gak mau itu” ucapku

“ trus apa ?” tanya rezza

“ ini aja” ucapku sambil menunjuk perutnya yang gempal

“ ini ?” tanya rezza lagi

“ iya, buat samsak boleh gak. Aku pukulin sampe puas” ucapku

“ NO ! soalnya aku belum asuransiin perut buncit aku yang seksi ini. Kalau terjadi apa-apa gimana ?” ucap rezza  dengan raut wajah memelas

Kami berdua tertawa terbahak. Senang rasanya rezza bisa berada disampingku saat ini. Setidaknya aku bisa tertawa lepas dan merasa nyaman, walaupun kesedihanku tetap bersemayam disana.


***

 BERSAMBUNG